28 September 2013 - 20:30
Terbukti, Foto Korban Senjata Kimia adalah Rekayasa

"Foto dan laporan kejadian tersebut sepenuhnya rekayasa dan sengaja dibuat untuk membalikkan opini publik. Dalil pertama yang menunjukkan kebohongan foto tersebut, wartawan Reuters telah mempublikasikan foto tersebut pada pukul 6 pagi, justru sebelum kejadian penyerangan yang disebut menggunakan senjata kimia itu terjadi."

Menurut Kantor Berita ABNA, situs http://www.globalresearch.ca Kanada merilis artikel yang menegaskan foto-foto yang beredar massif yang menampilkan mayat anak-anak yang disebut sebagai korban penggunaan senjata kimia di kawasan Ghouta di tepi kota Damaskus Suriah adalah rekayasa.

Disebutkan dalam artikel tersebut bahwa AS menggunakan foto-foto para korban tersebut sebagai dalih dan alasan akan melakukan agresi militer atas Suriah sebab dinilai penggunaan senjata kimia pada warga sipil adalah kejahatan kemanusiaan yang tidak bisa ditolerir.

"Kelompok Teroris sebelumnya telah membunuh banyak anak-anak yang kemudian jasad mereka dikumpulkan dan disebut sebagai korban penggunaan senjata kimia oleh militer Suriah. Amerika Serikatpun menggunakan foto-foto tersebut untuk menarik dukungan masyarakat internasional atas rencananya melancarkan agresi militer atas Suriah." Tulis situs Kanada tersebut.

Agnes Mariam de la Croix aktivis Kristiani dari perkumpulan gereja Mar Ya'qub turut membenarkan adanya rekayasa tersebut dengan mengatakan, "Foto dan laporan kejadian tersebut sepenuhnya rekayasa dan sengaja dibuat untuk membalikkan opini publik. Dalil pertama yang menunjukkan kebohongan foto tersebut, wartawan Reutres telah mempublikasikan foto tersebut pada pukul 6 pagi, justru sebelum kejadian penyerangan yang disebut menggunakan senjata kimia itu terjadi."

Ditampilkan pula dalam situs tersebut bukti-bukti adanya rekayasa dari foto-foto dan video amatir yang disebar berkenaan dengan kejadian tersebut. Mayat dari anak-anak yang sama digunakan untuk melaporkan dua kejadian yang berbeda. Meskipun AS  belum bisa menunjukkan bukti bahwa pelakunya adalah pemerintah Suriah, AS tetap ngotot pada agendanya untuk melancarkan agresi militer pada Suriah dan memberlakukan sanksi. Rencana AS tersebut ditentang banyak negara, termasuk oleh mayoritas rakyat AS sendiri.

Berita berbahasa inggris dari situs Kanada bisa dilihat pada link berikut:

http://www.globalresearch.ca/the-ghouta-chemical-attacks-us-backed-false-flag-killing-children-to-justify-a-humanitarian-military-intervention/5351363